
Cengeng…part of me..
Juli 19, 2008
Cengeng, wah ini jelas dan sangat saya sadari. Entah apakah saya akan dikelompokkan oleh orang-orang psikologi dalam kategori melankolis, mungkin iya. Saya rasa sifat ini sudah ada sejak kecil, semenjak lahir tentunya (saat lahir kan bayi pasti nangis ya?). Tapi kenapa sifat ini bisa nangkring hingga saya segede ini ya? Ah…saya tidak tau pasti mengapa. Tapi yang jelas kelenjar air mata saya memang sangat aktif melakukan tugasnya. Saat menonton sebuah tayangan yang sedikit menggugah hati, seperti dorama Jepang dan Korea, maka saya tidak sungkan untuk menangis. Wah..kalo ini sih saya gak bakalan merasa malu karena saya selalu menontonnya sendirian. Tapi celakanya akhir2 ini sedikit sering saya menangis di depan umum, contohnya di depan angkatan saya. Saya memang cenderung gak betah menahan sifat saya ini jika saya sudah emosi dan muak dengan keadaan yg memprihatinkan. Bahkan terakhir, saya menangis di depan khalayak rapat, waduh ! kalo yang ini bener2 gawat, memang waktu itu ada sedikit kontemplasi yang membuat suasana di sekitar saya panas dan terjadi gontok2an antar teman dan saya tidak betah melihat yg seperti itu, ughhh…saat itu saya hanya berpikir agar kontemplasinya cepat selesai karena saya sadar bahwa saya akan menangis membayangkan hal itu benar2 akan terjadi.
Namun, untuk sifat saya yang satu ini saya cukup memberikan toleransi, alias gak menyembunyikannya. Bagi saya, menangis itu manusiawi, maka jika ingin menangis ya silahkan nangis. Malah bagi saya jika ada cowok nangis, itu berarti keren. Hmm.. adakah yang menganggap hal ini aneh? Bagi saya tidak sama sekali, asalkan cowok itu menangis dengan alasan yang jelas, justru menandakan bahwa dia orang yang jujur sekaligus manusiawi.
Namun, kadang saya juga pengen ngilangin sifat cengeng saya ini, gak tau kenapa, pokoknya pengen dikurangin lha.






