Karena mimpi dan harapan ialah kenyataan di masa depan, maka berusahalah untuk meraihnya
Setidaknya itulah salah satu prinsip yang saya pegang setelah banyak hal yang telah saya alami. Dulunya saya tidak pernah menganggap penting sebuah cita-cita. Sewaktu SD saya ingin menjadi guru, saat SMP tiba-tiba cita-cita saya beralih menjadi psikolog, dan menginjak bangku SMA saya malah sedikit berniat menjadi dokter.
Hmmm…dulunya saya kira itu wajar, karena hampir semua teman saya juga mempunyai cita-cita yang fleksibel. Tapi dipikir-pikir lagi itu hal yang aneh, bayangkan kita hidup tanpa tujuan yang jelas, “Mau dibawa kemana hidup ini?”, itu kata-kata yang terngiang di telinga saya saat saya menyadari bahwa saya kurang punya tujuan hidup. Tujuan hidup disini bukan tujuan hidup yang umum seperti “Aku ingin menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara”. Saya kira setiap orang pasti punya tujuan seperti itu, namun yang penting ialah bagaimana cara kita agar dapat mencapai kata “berguna” itu. Maka disini saya ingin berbicara tentang tujuan atau cita-cita yang spesifik.
Ya…seperti yang saya ceritakan tadi, dengan menjadi dokter ataupun guru maka kita pun, otomatis dan pasti akan menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. Dan, sebelum menuju cita-cita guru, pilot, atau apapun itu tentunya akan ada step-step yang perlu kita lalui. Sebenarnya yang ingin saya bicarakan disini ialah pentingnya rencana jangka pendek yang harus kita punyai untuk mencapai rencana jangka panjang. Dulu, saya bahkan tidak pernah berpikir dimana saya akan kuliah. Sampai suatu hari mimpi itu terbentuk ketika saya kitu kunjungan SMA ke ITS, kampus saya sekarang. Hari itu juga saya bertekad dengan sedikit ragu bahwa 2 tahun lagi saya akan melanjutkan perjuangan saya disini. Akhirnya saya punya mimpi, ya..meskipun hanya mimpi kecil untuk memilih perguruan tinggi. Dari situlah semuanya akan dimulai, jika pikiran kita ter-frame untuk menuju sebuah titik yang ingin kita tuju, maka selanjutnya kita akan berusaha mengikuti alur menuju kesana. Sama seperti saat anda menyukai seseorang, anda pasti ingin mengetahui semua hal tentang dia dan berusaha mendapatkan hatinya. Sedikit konyol ya, saya menganalogikan PDKT dengan belajar. Ya..saat saya ingin diterima di ITS, maka saya harus belajar lebih giat dari biasanya. Dan mungkin yang paling penting, sama seperti PDKT yang biasa kita jalani dengan senang hati, PDKT untuk universitas alias belajar, harusnya kita lakukan dengan senang juga.
Ya…Dan yang paling baru, kata-kata yang pernah saya dengar dari novel favorit saya, Sang Pemimpi.
Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu.![]()

